Ayah saya..!

27 January 2010




Jika ingin mengenal seseorang, katakan padaku siapa ayahnya...!


Saya rasa saya pernah membaca quote ini dalam bahasa inggeris. Atau mungkin saya pernah membacanya dalam dialog terjemahan salah satu film?. No matter what, mungkin quote itu ada benarnya ada tidaknya...!

Aron itu siapa?
- Ayahnya siapa? Pak Malau..
Aron itu siapa?
- Pasti Aron Malau... (Apa pulak ini...?)"


Ok, saya jarang bicara tentang ayah saya. I don't really know him. I don't really know him well...! Tapi baiklah, saya bicara tentang ayah saya.

Kemaren waktu pulang kampung...
Pria kurus berhidung mancung sekali berumur 54 itu adalah ayah saya. Ayah saya ini sangat pendiam. Sangat pendiam. Gak apa-apa sih, kalo sama orang yang belum terlalu kenal. Tapi ini kepada anaknya... Saya. Kami.

"Ajak anakmu itu bicara..!" tegor ibu saya suatu kali. tatkala kami berkumpul sehabis makan malam.

"Dimananya tempatmu itu?" maksudnya tempat saya merantau. You know what, sepuluh kali lebih sudah ada saya menjelaskan panjang lebar tentang posisi Maumere kepada ayah saya. Geografis. Ekonomi. Situasi keseharian. Masyarakatnya. Religinya...!
"Di Maumere namanya Pak. Di NTT, bla bla bla...!" Sayapun menerangkan panjang lebar. Dengan senang hati karena ayah saya mengajak saya ngobrol.

Diam...
10 menit kemudian...
"Tempatmu itu, di sebelah mana itu...?"
"Hmmm.....!" saya menjelaskan lagi...

15 menit kemudian...
"Itu Maumere jauhd ari Irian itu..?"
"Maaaakkkkk.... Bapak ini pertanyaannya itu-itu terus...!"
Ayah saya tertawa...
Mengambil kacang garing, mengupasnya dan mengunyahnya. Mengunyah kacangnya tentunya, bukan kulitnya...


"Anakmu ini gak bakal lama disini... sudah itu ditanya di telepon bolak-balik itu lagi ditanya di rumah...!" protes ibu saya...
"Berapa gajimu..?" tanya ayah saya memandang saya... Saya kaget...
"Banyak...!" Akh... ayah.

Ibu saya ikut membuka bahan obrolan
"Ayahmu ini dulu masa mudanya aneh-aneh lho..." ibu saya mulai. Menjelaskan bahwa ayah saya dulu pernah beberapa kali hampir mati.
Dan ayah sayapun menceritakan kedua pengalaman itu... Pertama kali saat beliau kecelakaan dibonceng bersepeda motor. Akhirnya sejak saat itu ayah saya tak mau lagi membawa sepeda motor. Bahkan naik sepeda pancal saja di jalan raya sudah takut. Heheheheh. yang kedua hanyut di sungai, tak bisa berenang. Pingsan. Teman-temannya sudah panik, tapi akhirnya ayah saya siuman juga. Di kedua kejadian tersebut, ayah saya menelan semua obat yang diberikan tanpa sadar. Semua obatnya di makan sekaligus. Mungkin karena itu, sampe sekarang ayah saya jarang sakit-sakitan. Hehehhehe

Sehabis bercerita, kami malah tertawa. Ayah, ibu, saya dan saudara-saudara yang lain. Ayah saya mau beranjak mau keluar...

"Kemana Pak..?" tanya saya...
"Ke sini sebentar...!" kami semua tahu beliau bakal ke kedai.
"Akh.. ngapain bapak kesana... di sini saja Pak..!"
"Iya, sebentar nya... masih jam segini sudah mau tidur...!"
"Kan ada mama disini Pak...!" sahutku...
"Lha truss..?" dahi ayah saya dikernyitkan...
"Yaa.... sapa tahu adek saya nambah lagi...!"
_____________________________

Sejak kecil, saya tak pernah merasakan kasih seorang ayah itu seperti apa. Tak pernah merasakan senangnya dibelikan mainan oleh seorang ayah. Tak pernah merasakan indahnya diajak jalan-jalan oleh seorang ayah. Tak pernah merasakan dikasih uang jajan ke sekolah oleh seorang ayah. Tak pernah merasa benar-benar dikasihi seorang ayah.

Saya bahkan sempat berpikir, dalam hidup saya, seolah-olah saya tidak memerlukan kasih seorang ayah untuk bertahan hidup (dengan lebih baik).

Sampai pada suatu perenungan tentang hubungan saya dan ayah saya, di hati saya ada sesuatu yang mengusik, katanya, "Bukan karena kau tidak butuh kasih sayang seorang Ayah Nak, bukan...! Tapi bentuk kasih sayang yang kamu butuhkan itu tidak dalam bentuk seperti itu...!"

Kadang saya protes juga. Why life is so hard...?! Tapi saya rasa, masih ada diluar sana yang lebih layak untuk protes. Bahkan kadang saya malah menyanyikan sebuah lagu anak-anak yang saya ubah liriknya seenaknya...

Keras hidup saya...
Hidup saya keras...
Kalau tidak keras...
Bukan hidup saya...!
(di-akapellakan oleh saya)

"Sebagai anak, saya tak bisa memilih dilahirkan di keluarga yang mana, sebagai anaknya siapa, memiliki ayah yang bagaimana, dan di kondisi keluarga yang bagaimana. Tapi sebagai anak, saya memilih untuk tetap mengasihi ayah saya apa adanya. Mengasihi kedua orangtua saya apa adanya. Mengasihi semua sanak-family saya apa adanya. Mengasihi hidup saya. No matter what...!"
-be better Dad, your sons need u to be better. We need you...!



*Buat seseorang yang kehilangan ayahnya setahun yang lalu, hope you understand, still believe in HIM, fight for your future, then see how proud he is to have a child like you...!

27 comments:

Jimox said...

hmmm.... saya nggak jauh beda sob. jauh banget dari yang namanya dimanja seorang ayah seperti layaknya anak terahir lainnya. bapak saya keras, nggak boleh ini, nggak boleh itu. tapi dulu sih masih lumayan. tapi sekarang, semenjak bapak saya kena stroke(tapi sekarang sudah sembuh), jadi aneh. gampang marah... :( tapi gimanapun, saya tetap bersyukur sob seperti kamu. thanks artikelnya...

-'moRis- said...

Be bleesed for the post :)
Miss my dad absolutly..!

Si_Isna said...

itu gambar bapak mu, Ron? :P

aku suka kalimatmu yg ini :
"Bukan karena kau tidak butuh kasih sayang seorang Ayah Nak, bukan...! Tapi bentuk kasih sayang yang kamu butuhkan itu tidak dalam bentuk seperti itu...!"

Persis seperti aku terhadap bapak ku...

Hesty Wulandari said...

suka sebel kalo baca postinganmu..mesti bikin hati perih teriris-iris...
papaku tidak sependiam ayahmu..tapi sepertinya ayahmu seperti sosok ayah juara satunya si ikal..pendima dan tak banyak bicara..
but for the better or for the worse,ayah kita tetaplah ayah yang tak terganti..kadang aku dulu suka berpikir kenapa aku tidak pernah jadi daddy's girl seperti adek dan kakakku..tapi kemudian aku menemukan jawaban bahwa itu hanya masalah waktu..i found then, I'm turning into his girl...postinganmu tepat sekali, baru saja papaku mengirimkan sms bahwa beliau sudah mengirimkan sppku..miss him a lot then..
orang tua kita sebenarnya memberikan kita pelajaran..kalau ada yang kita tidak suka dari mereka, mari kita ubah ketika someday kita jadi orang tua..
sorry ya komennya kepanjangan..

Bandit Pangaratto™ said...

Jimox: at least your beloved Daddy told you many things...


Moris: Soory for made u miss him... heheheh


Isna: i've got a friend.. heheheh


Hesty: hahahah... then my apologize to made u sebel dan teriris-irislah... heheheh,.. ya ya ya, i'll be the better dad someday..., di blog saya gak ada istilah komen kepanjangan Kawan.. tak ada...!

Hesty Wulandari said...

you have to..kalo engga suatu hari anakmu akan menulis hal yang sama di blognya..itu juga kalo blog masih musim..he he

Bandit Pangaratto™ said...

hesty: i'm sure i'm on the right way going there... doakan daku tidak tersesat... :)

Laston M Nainggolan said...

cerita bagus kawan... salam sesama peranrau...

Osi said...

Ayahku juga pendiam, beliau tidak akan bicara jika tidak di ajak bicara

Osi said...

Ayahku juga pendiam, beliau tidak akan bicara jika tidak di ajak bicara

Henny Y.Wijaya said...

cukup syukuri apapun yang kamu miliki. itu tidak akan mengurangi kebahagiaan yang akan kamu dapatkan

Berry Devanda said...

benar banget sob...
tetap tatap masa depan mu...

merry go round said...

bagi saya pribadi, memang lebih sulit menjalin hubungan dengan Ayah. Diajak ngobrol apapun, jalan kemanapun, beliau seperti sibuk dengan dunianya sendiri. Tetapi saya tahu satu hal yang pasti, beliau sangat mencintai anak-anaknya. Tetap berusaha untuk menunjukkan betapa kita pun sangat menyayangi para ayah.

bluethunderheart said...

yg dikatakan om berry sangat benar....heheheh
jadi ingat ayah blue
salam hangat dari blue

SeNjA said...

membaca tulisanmu sobat,membuat aku merindukan papaku yang jauh disana ^^

anyin said...

mungkin nanti kamu juga akan ngasih cinta ke anakmu dgn cara yg sesuai caramu ;)

Douwes Dekker said...

Disaat rakyat banyak yang busung lapar. PRESIDENT malah bagi-bagi MOBIL MEWAH buat para MENTRINYA. Sungguh ironis.

KucingTengil said...

terkadang apa yg tidak kita dapatkan, bisa jadi pelajaran buat kita, agar nanti kita memberikan apa yg ga kita dapatkan kepada anak2 kita nanti. Tetap smangat^^

Vamps said...

soo touching story. Keep the spirit bro

Bandit Pangaratto™ said...

Laston: salam balik... horas..!


Osi: masih lumayan klo diajak bicara tetep mau bicara... hehehe


Henny: bahkan lebih dari mensyukurinya... saya membanggakannya... :D


Berry: yops...

Merry: iya... semangatt...! :D


Blue: salam hangat Blue... nice to see you here Sob...! Gimana kalo kamu posting ttg ayahmu juga? heheheh


Senja: we always miss our Dad... always...


Anyin: saya akan mengasihi mereka semampu saya Nin... hehehe


KucingTengil: Nice words dear...!

Vamps: thankyu... :D

another story from me said...

bagus banget nihh artikelnya
sayang aku hub ku dengan ayahku tidak baik sampe sekarang
jadi aku ga tau mau kasih koment apa nih

Quinie said...

you know what? beberapa kali saya mendengar cerita tentang kehidupan masa lalu mereka dari teman2 blogger yang keras dan ternyata kehidupan keras itulah yang menempa mereka bisa hidup layak & sukses seperti sekarang. Saya bangga kepada mereka, juga bangga terhadap dikau ^^.
tetaplah jadi kebanggaan keluarga ya :)

Bandit Pangaratto™ said...

Another story: perbaiki saja, kalo mau... :)


Quinie: ya ya ya... heheheh, makasih banyak Mbak Quinie.. makasih banyak...! :D

Yessi said...

lagi-lagi...poto-potonya bagus-baguuusssss...hehehe...

ayahku sedikit banyak bicara, suka bercerita tentang apa saja dan kami selalu terbuka tentang apa saja..
he's also a best fren for me :)

Bandit Pangaratto™ said...

YessI; lucky you Mbak.. :D

Kabasaran Soultan said...

Ceritanya sungguh menggugah bro...

LELAKIKU

Lelakiku adalah orang yang sorot matanya paling tajam sedunia
Lelakiku adalah orang yang bentuk tubuhnya paling atletis sedunia
Lelakiku adalah orang yang warna suaranya paling indah sedunia
Lelakiku adalah orang yang tutur katanya paling bijak sedunia
Lelakiku adalah orang yang bau keringatnya paling wangi sedunia
Lelakiku adalah orang yang desah nafasnya paling menentramkan sedunia
Lelakiku adalah orang yang pelukannya paling menghangatkan sedunia
Lelakiku adalah orang yang bidang dadanya bantal paling empuk sedunia
Lelakiku adalah orang yang genggam jemarinya paling mengasyikkan sedunia
Lelakiku adalah orang yang pundaknya tempat bergantung paling aman sedunia
Lelakiku adalah orang yang ciumannya paling sensasional sedunia
Lelakiku adalah orang yang senyumannya paling menggetarkan sedunia
Lelakiku adalah orang yang cintanya paling tulus sedunia
Lelakiku adalah orang yang kasihnya paling ikhlas sedunia
Lelakiku adalah orang yang semangatnya baja terkeras sedunia
Lelakiku adalah orang yang memanggul dunia dibahunya
Lelakiku adalah orang yang meletakkan dunia digenggamanku
Lelakiku adalah orang yang selalu kurindu
Lelakiku adalah orang yang selalu hadir dihatiku
Lelakiku adalah orang yang paling aku idolakan
Lelakiku adalah Ayah
Super heroku

Bandit Pangaratto™ said...

kabasaran Sultan: 4 TU... heheheh