....... hidup(ku) itu perantauan, Kawan...!!!

...bagaimana denganmu..?

Setahun di Maumere

Sebagaimana saya posting waktu dulu-dulu bahwa jika hidupku terdiri dari beberapa episode perantauan. Maka episode perantauan di Maumere ini merupakan episode kelima setelah episode kampung halaman, episode Surabaya, Episode Malang dan Episode Sumbawa Besar.

Dan hari ini tanggal 3 Desember 2009, genap setahun sudah saya merantau di Maumere. Jika saya melihat kembali ke kehidupan saya sebelumnya, di Maumere ini ada banyak hal yang berubah pada diri saya...

Perubahan fisik bisa di baca disini.

Tapi perubahan fisik itu bukanlah sesuatu yang terlalu penting. Mari bicara beberapa hal tentang beberapa perubahan pada saya tentang cara pandang saya terhadap kehidupan.

Di maumere ini, saya belajar banyak hal:

Belajar menerima kekurangan dan kelebihan teman. Meskipun tak sepenuhnya sukses.

Belajar menjalani hidup apa adanya. Menjadi diri saya yang apa adanya, tanpa perlu membuat sebuah topeng, atau mempermak "wajah" saya untuk diterima orang lain. Catatan: meskipun tak sukses secara sempurna, tapi saya rasa saya cukup berhasil utnuk jujur tentang siapa saya. Meski tidak demikian di blog ini. Heheheheh

Belajar mengerti bahwa: "Dimanapun kamu berada, bagaimanapun keadaanya, seperti apapun susahnya, (dll) asal kamu berjalan bersama-Nya, semua pengalaman itu bakal jadi sebuah kesaksian kisah hidup dalam penyertaan-Nya". Jujur, tatkala saya bakal diberangkatkan ke Sumbawa Besar oleh inangtua (Budhe) di Surabaya, satu hal yang saya khawatirkan adalah: Mungkinkah saya bakal tetap jadi orang baik atau lebih baik jika saya jauh dari kontrol orang terdekat saya?. Iya, saya khawatir, saya selalu diawasi dengan baik oleh Inangtua waktu di Surabaya, waktu di Malang. Saya tidak terjun ke hal-hal yang negatif macam merokok, minum minuman keras, Narkoba bahkan pergaulan bebas. Iya, saya sangat berterimakasih untuk doa dan pengawasan dari Inangtua saya untuk itu.


Selain itu saya dulu khawatir. Saat itu saya bukanlah orang yang bergelimang harta, uang dan sebagainya. Dan tatkala saya bakal berangkat tugas kerja, dalam artian bakal mendapat penghasilan, mengatur penghasilan sendiri dan menggunakannya sesukanya tanpa perlu ada protes dari orang lain. Iya saya khawatir. Khawatir tidak bisa mengontrol adrenalin masa muda saya. Mengendalikan semangat membara "kebanditan" saya. Apa itu semangat kebanditan? Entahlah... lol


Namun, ternyata asal dekat pada-Nya itu, sudah lebih dari cukup untuk tetap berjalan ke arah yang lebih baik.

Belajar banyak hal lainnya seperti memoto. Eh, kalo memoto ini sebenarnya lebih tepat ketularan dari senior saya yang bahkan sudah lebih dari 5 tahun disini. Dia juga punya blog lho.. arifanda.com. Juga belajar saling peduli dengan teman-teman yang lain, meski kadang-kadang ignorance dan keegoisan masih ada sedikit-sedikit. Maklum semuanya manusia berjakun yang walaupun sama-sama memiliki jakun, tapi kan ukuran jakunnya berbeda.

Dan termasuk pengalaman-pengalaman lucu itu, macam Tragedi Kolor Gratis, tragedi uang Rp 10.000, Tragedi ketika mesan makanan Cumi goreng, dapatnya alah Mie Goreng, Jadi Cumi gak pake Cu, jadinya Mi...! Mantab..!, juga pengalamn jalan kaki pulang kantor. Pengalaman Horor. Dan banyak pengalaman lainnya....!

Yeahhh....
And it's me Kawan...
bandit sp™, been one years here and still go on...
seberapa lama saya bakal disini, no matter how no matter why i'll always say that
-whatever it takes, whatever remains, life is happy-

*Jika suatu saat nanti, atau sekarang kawan-kawan mulai bosan tentang cerita saya tentang Maumere, doakan saya biar segera beranjak dari sini. Biar saya sempat mengunjungi Irian Jaya, Tahuna di Sulawesi, sebagaimana pernah saya bilang itu adalah obsesi perantauan saya.