Puisi Semak-semak...!!!

13 August 2009






Semak-semak...
Tak khawatir akan penampilan,
Mengapa manusia selalu ingin tampil menarik? (Hingga jatuh sakit)
Tak khawatir akan hari esok,
Mengapa manusia ini khawatir akan makanannya esok..?? (bahkan sampai mencuri)
Tak mengeluh karena angin...
Mengapa manusia ada yang bunuh diri karena (katanya) banyak masalah?
Masalah ekonomi...
Masalah sekolah, kuliah...
Masalah asmara...

Aduh.. aduh...

Semak-semak...
Kau tak menarik sama sekali.. gak ada bunga yang berwarna ceria...
Tapi tetap saja kau hidup tegar...
Hembusan angin malah membuatmu menarik..
Membuatmu menari, bergoyang-goyang, melambai-lambai...
Sedangkan manusia?
Kenapa ada manusia(?) yang bunuh diri gara-gara penampilannya diejek...
Pekerjaan ayahnya (yang tukang bubur) diejek,
Ibunya yang bermata satu diejek...



Kau juga pasti punya teman yang lebih jelek darimu kan?
Itu tuh, yang tumbuh didekatmu, usang, hampir kering, ihhh...
Tapi kau....
Tapi kenapa kau tak menghinanya?
Kenapa malah kau bersahabat dengannya?
Kenapa bahkan kau menemaninya, menaunginya?
Lihat saja manusia...
Temannya anak seorang tukang bubur, diejek..
Ibunya bermata satu, diejek...

Semak-semak...
Kau tumbuh disitu, mati disitu...
Tak bosan dan selalu setia di tempat engkau tumbuh..
Entah kenapa manusia bisa bosan dengan istri (suami) nya?
Bosan, dan mencari istri yang lain, menimbulkan luka, tangis, pemberontakan...

Semak-semak..
Kau tumbuh dengan damai disitu...
Tumbuh berkawan dengan pohon-pohon liar yang besar...
Bersahabat dengan binatang-binatang...
Macam mana manusia tega membunuh sesamanya?


Semak-semak...
Aku ini manusia..
Aku lebih berharga darimu..
Lebih mulia darimu...
Tapi kenapa aku lebih hina darimu....?!!

Iya aku tahu,...
Engkau menikmati hidupmu sebagai semak-semak...
Mengapa manusia tak mampu menikmati hidupnya sebagai manusia?
Kenapa bisa berlaku melebihi binatang?


23 comments:

Violet said...

wah..mantap kali puisinya. ajarkan dulu aku lah.
aku suka puisi yang kya gini, pilihan kata nya simpel dan makna nya dalam.
manusia seperti itu karena dia ga bisa bersyukur atas apa yang dimilikinya. dan ga tau klo dirinya sangat berharga di mata Tuhan, jadi kenapa harus bunuh diri?
Bah, jadi panjang lebar nih aku komennya. hihihi... ^_^

Bandit Pangaratto said...

violet: makasih ito.... entahlah... gak semoga tingkat bunuh diri di dunia ini menurun sampe ke titik nol...

osi said...

Puisi yang bagus....
Ringan dah mudah di mengerti maksudnya...

Terimakasih...

Berry Devanda said...

pas sekali perkawinan puisi dan fotonya...

mocca_chi said...

kurasa karena manusia punya sesuatu yg ga dipunyai semak-semak, pilihan. semka-semak walaupun mengeluh tpi dia ga punya pilihan selain bertahan hidup disana, dan mengambil apa yg manusia tidak bisa ambil, dari alam

salam kenal yakk

nuruli said...

salam kenal... :D

ina said...

nice poem,...

bener, kelakuan manusia kadang melebihi binatang,...
hihihihihihi....

genial said...

karena manusia merupakan makhluk dengan tingkatan tertinggi kang barangkali (saking ngerasa paling tingginya..) bahkan seolah mampu bertindak melebihi binatang :(

sanur said...

wah kawan ekspresif sekali kata katanya......sederhana tapi mngena banget kesasaran (jadi ikut kesentil hehehe).....mengajarkan kalo hidup lah penuh syukur , nikmati apa yanmg ada dan berbuatlah yang terbaik....pasti bahagia

Nasty Catfish said...

Bagus sekali puisinya..
Kadang kalo kita manusia disaingin dengan makhluk alam lainnya yang bisa dibilang hina, kita inilah yang patut dihina...

Bandit Pangaratto said...

Terimakasih semuanya... :D

Salam kenal juga semuanya... hehe

Nasty: ho'oh... entah kenapa beberapa manusia yg saya kenal, punya kelebihan sedikit, langsung "ignore" dgn "tetangganya"... huhhh....

Sanur: hehehe,.. bisa bersyukur itu suatu kebahagiaan yg besar... heheh

genial: heheh... padahal jerapah masih jauh lebih tinggi dari manussia kan... :)

Ina: dan saya benci yg seperti itu... benci pada kelakuannya, bkn orangnya...


Nuruli: :) Yeppp..

Moccha_chi: jadi apa sebaiknya pilhan itu diambil saja dari manusia? hehehe

berry: hahah... kata"mu. perkawinan ya... hehehe

osi: heheh.. makasih...

ipied said...

berusaha menjadi semak liar yang bisa hidup dan berkarya dimana saja... :)

hasiaeng :) said...

mana puisi bwtku???hihihihi

Bandit Pangaratto said...

Ipied: totally agree buat berkarya dimana saja...


Hasiaeng: Bah... Puisi buatmu? Mikir-mikir dulu la ya... nanti ku bilang romantis, kau bilang noraktis... kawakwkakwka

New Bie Oon said...

kunjungan perdana di blog perantauan.. salam kenal n sukses untukmu sobat..

Kuliah Gratis said...

Sungguh hidup itu penuh perenungan

sharing yang sangat indah mas

oksa said...

nice poem, ohya out off topic pertanyaan wa, DOHOT MAKATAI, artinya paan mas?? pendapat selebritis yahh??? hehehehe

Bandit Pangaratto said...

New Bie (yang gak) Oon: welcome dan sama" sukses selalau kawan...

Kuliah gratis: thnkyu... ;)

Bandit Pangaratto said...

Oksa: hehehehe.. makasih... Dohot Makkatai itu artinya :Ikut berbicara... (bahasa batak) hehehe...

sekalian "Mandok" itu artinya: bilang... jadi "Oksa Mandok" itu artinya "Oksa bilang".. (bahasa batak lagi).. hehehe

Violet said...
This comment has been removed by the author.
Violet said...

i'm coming again.... hihihi
ada award buat kamu di rumahku.
silahkan diambil, klo berkenan yah. ^_^

LaDy said...

Mantap bosss... Like thisss....

Bandit Pangaratto said...

Violet: Langsung cabut ke TPA (Tempat Pengambilan Award....), mudah"an otak mini saya ini paham apa yang akan dilakukannya dengan ewot itu.. :D


LaDy: hahahahah... thnkyu banyak...