Apa kabar Maumere kebanggaanmu, Ndit?
Bagaimana di kotamu kawan?
Ini foto dari teman saya, Iskandar.

Sebelum posting saya sempet googling definisi romantis dan menemukan ini:
Mungkin kawan-kawan mempunyai definisi lain untuk kata romantis?
Pastinya hal-hal yang membuat seseorang merasa romantis itu berbeda-beda. Setidaknya itu menurut saya. Bisa saja tentang peristiwa, bisa saja tentang kata-kata, bisa saja karena suasana, atau hal-hal lainnya..
Lha terus kenapa Maumere lagi romantis?
Tadi pagi pas mau berangkat ngantor, saya dan teman saya menyaksikan pemandangan indah di pekarangn mess kami. Bunga-bunga berwarna kuning berguguran memenuhi pekarangan mess. Tak hanya di pekarangan kami, di jalanan juga banyak, tadi ketika lewat di Jl Ahmad Yani, Maumere kami menyaksikannya. Sesekali bunga-bunga itu menerpa wajah ini. Lembut. Menggelitik. Juga di kantor kami... Indah. Romantis. Saya merasa itu romantis. Terus ngebayangin lagi berdiri dipekarangan, berduaan dengan si Ross, berpegangan tangan, bunganya jatuh tepat di kepalanya, dipipinya, dia berkedip. Dan saat dia berkedip.. Chupsss...! *prank...! <--- saya rasa ini bunyi helm yang di keplakkan ke kepala saya sesaat sebelum prosesi kecupan itu berlangsung. Siyal... Gagal romantis...!
Tiba dikantor, kemudian saya meng semeses si Ross:
Entah itu bakal berbuah noraktis atau romantis, biarlah...
Dan entah pemandangan ini indah menurut kawan-kawan atau tidak, tapi jujur bagi saya itu indah.
Dan seperti itulah kabar dari Maumere sekarang. Sedang penuh keromantisan. Sebuah penggambaran suasana aura terhadap tulisan, tempat atau ucapan yang bermakna masa lalu atau cinta atau melankolis mendayu-ndayu, ndandut, berdebar membuncah sepi menghanyutkan dan juga penuh kasih sayang. Biasanya romantisme lebih ke feeling yang dalam akan cinta maupun masa lalu
Mungkin kawan-kawan mempunyai definisi lain untuk kata romantis?
Pastinya hal-hal yang membuat seseorang merasa romantis itu berbeda-beda. Setidaknya itu menurut saya. Bisa saja tentang peristiwa, bisa saja tentang kata-kata, bisa saja karena suasana, atau hal-hal lainnya..
Lha terus kenapa Maumere lagi romantis?
Tadi pagi pas mau berangkat ngantor, saya dan teman saya menyaksikan pemandangan indah di pekarangn mess kami. Bunga-bunga berwarna kuning berguguran memenuhi pekarangan mess. Tak hanya di pekarangan kami, di jalanan juga banyak, tadi ketika lewat di Jl Ahmad Yani, Maumere kami menyaksikannya. Sesekali bunga-bunga itu menerpa wajah ini. Lembut. Menggelitik. Juga di kantor kami... Indah. Romantis. Saya merasa itu romantis. Terus ngebayangin lagi berdiri dipekarangan, berduaan dengan si Ross, berpegangan tangan, bunganya jatuh tepat di kepalanya, dipipinya, dia berkedip. Dan saat dia berkedip.. Chupsss...! *prank...! <--- saya rasa ini bunyi helm yang di keplakkan ke kepala saya sesaat sebelum prosesi kecupan itu berlangsung. Siyal... Gagal romantis...!
Tiba dikantor, kemudian saya meng semeses si Ross:
Sayang, di Maumere lagi berguguran bunga-bunga berwarna kuning. Indah. Seindah cintaku padamu.
Entah itu bakal berbuah noraktis atau romantis, biarlah...
Dan entah pemandangan ini indah menurut kawan-kawan atau tidak, tapi jujur bagi saya itu indah.
Ini foto dari teman saya, Iskandar.


