Beberapa hari kemaren, saya kecelakaan. Saat itu sepulang sarapan di warung Budhe bareng si Nadz, saya melaju menuju kantor. Melaju di jalan utama. Dan di sebuah perempatan melaju juga sepeda motor tukang ojek yang membawa ibu-ibu. Kalo di tipi-tipi biasanya adegannya ditayangkan bergantian... Cuma bedanya dari sana pria tampan dengan mobil BMW, dari sini wanita cantik, manis, baik hati, suka menabung dll.. Atau sebaliknya... 
Tak terhindarkan lagi, motor saya (hmm, maksudnya yang saya tumpangi) di tabrak sodara-sodara...! Saya jatuh terlempar, si Nadz juga terlempar dan menindih saya..! Si Nadz tidak apa-apa. Dada saya sebelah kiri sesak, entah kebentur sama apa, dan tubuh saya pucat. Shock. Serasa dunia gelap. Saya sempat melihat tangan saya dan kaki saya putih semua. Ternyata kecelakaan itu membuat seluruh tubuh saya memucat. Sayangnya waktu itu saya lupa berfoto dan mengaca sekedar membuat memori format wajah pucat saya.
Dan cerita ini tak ingin saya arahkan ke kronologis selanjutnya....
Tentang kecelakaan itu, totally i'm find. Thanks God...!. Cuma dada kiri saya agak perih kemaren, trus punggung kiri sakit dan oto lengan kiri ada yang mengeras. Pas pagi-pagi saya bangun, menuju kamar mandi sambil meraih handuk dari gantungan. Aihhhh, perih lengan saya...! Dan di kantor saya coba googling pake kata kunci "tukang pijat di maumere" hasilnya malah ketemu blog saya..! Hahahahaha
Yah,
Di setiap kota yang saya rantaui (kurang tepat kalo saya bilang kunjungi, heheh), saya pernah mengalami, setidaknya kecelakaan lalu lintas.
Di Surabaya, dulu sudah saya pernah posting, ditabrak angkot yang menyalib dari sebelah kiri angkot di depannya, menghasilkan 17 jahitan di kaki saya waktu SMA. Setelah sadar dari pengaruh obat bius setelah operasi kaki saya, saya menangis menyadari ada hal-hal yang kurang benar yang harus saya rubah di diri saya....
Di Malang, tatkala saya jalan kaki menyeberang sehabis memotokopi bahan kuliah di salah satu fotokopi di jejeran Jl MT Haryono dekat Universitas Brawijaya itu, saya pernah di tabrak oleh sepeda motor yang remnya blong. Waktu itu pengendaranya luka persis di alis kanannya. Saya luka-luka lecet di beberapa bagian tubuh, memar di pinggang, dan yang lebih aneh lagi, jahitan celana pendek saya dibagian "bawah" robek semua. Sempat diketawain cewek yang kebetulan menyaksikan dan juga ditawarkan celana gratis oleh penjual di salah satu toko yang jual pakaian di dekat situ. Saya tolak sajalah.. heheheh... Saya melepas jaket saya dan melilitkannya dipinggang dan berjalan kaki pulang. Sampai di kos saya menghempaskan fotokopian, kemudian terduduk di tempat tidur, bersandar, menutup mata sebentar and says, "Thanks God, buat peringatannya dan buat kepeduliannya untuk mengingatkan saya dan untuk semua ketidak-apa-apaan saya setelah kecelakaan ini...!"
Pernah juga hampir menabrak mobil penyiram taman. Waktu itu saya melaju di Jl Soekarno Hatta, Saya sadari saya sangat kencang waktu itu, mau menyalib mobil kijang di depan saya. Dan ternyata di depan ada truk tankil penyiram taman berhenti dan menyiram.. Saya langsung mengerem, pasang sign ke kiri dan untungnya mobil kijang yang mau saya salib sudah melambatkan kecepatannya. Mungkin menyadari kalo saya tidak menyadari di depan saya itu ada truk..! hehehe
Di Sumbawa, tatkal semua pada pulang Lebaran, kecuali saya yang memilih pulang saat Natalan, saya juga pernah kecelakaan. Saya memacu sepeda motor dan ternyata sedikit sehabis belokan di depan ada ceceran oli. Crikkkkkkkk crikkkkkkk.... Saya mengerem sekuat tenaga, membuat sepeda motor kaya nge-drift gtu, (sayang gak ada videonya)
. Untungnya mobil panther di belakang saya tidak terlalu kencang dan menabrak saya. Saya memasang standar motor dan terduduk menghela nafas... "Oh God...!" Dan memutarbalik motor saya kembali ke kos...
Tak terhindarkan lagi, motor saya (hmm, maksudnya yang saya tumpangi) di tabrak sodara-sodara...! Saya jatuh terlempar, si Nadz juga terlempar dan menindih saya..! Si Nadz tidak apa-apa. Dada saya sebelah kiri sesak, entah kebentur sama apa, dan tubuh saya pucat. Shock. Serasa dunia gelap. Saya sempat melihat tangan saya dan kaki saya putih semua. Ternyata kecelakaan itu membuat seluruh tubuh saya memucat. Sayangnya waktu itu saya lupa berfoto dan mengaca sekedar membuat memori format wajah pucat saya.
Dan cerita ini tak ingin saya arahkan ke kronologis selanjutnya....
Kecelakaan itu sesuatu yang mungkin terjadi bagi siapa saja, bagaimana saja, dalam bentuk apa saja, dimana saja dan kapan saja, baik sebelum makan dan sesudah makan kayak saya tadi..! ..Menyadarinya membuat saya supaya setiap hari semakin melakukan banyak kebaikan, bukan untuk diingat jika saya mati nanti, tapi menjadi berguna bagi orang lain selama hidup itu adalah hal yang hebat..!
Untuk semua hal-hal buruk yang menimpa saya macam penyakit, kecelakaan, kehilangan, kesedihan dan kawan-kawan sekeluarganya, bagi saya itu semua bukan tentang "who's right and who's wrong". The first thing that i usually do if something bad happen to me is ask my self, -did i made mistake before-.
Iya, selama hidup saya setiap ada hal yang kurang baik yang terjadi pada saya, hal pertama yang saya pertanyakan adalah, "Tuhan apa salah saya...?"
Dan jawabannya pasti: "Banyak sekali Nak, banyak sekali hal yang harus kamu perbaiki dalam hidupmu...!"
Ya, seringkali kita manusia langsung ingat sama Penciptanya tatkala ada hal buruk menimpa kita. <-- tapi masih lebih baik daripada: sudah kena musibah, masih sombong, ora eling, lupa pada Yang Kuasa----> iki arane Ndableg tenan...!![]()
Tentang kecelakaan itu, totally i'm find. Thanks God...!. Cuma dada kiri saya agak perih kemaren, trus punggung kiri sakit dan oto lengan kiri ada yang mengeras. Pas pagi-pagi saya bangun, menuju kamar mandi sambil meraih handuk dari gantungan. Aihhhh, perih lengan saya...! Dan di kantor saya coba googling pake kata kunci "tukang pijat di maumere" hasilnya malah ketemu blog saya..! Hahahahaha
Yah,
Di setiap kota yang saya rantaui (kurang tepat kalo saya bilang kunjungi, heheh), saya pernah mengalami, setidaknya kecelakaan lalu lintas.
Di Surabaya, dulu sudah saya pernah posting, ditabrak angkot yang menyalib dari sebelah kiri angkot di depannya, menghasilkan 17 jahitan di kaki saya waktu SMA. Setelah sadar dari pengaruh obat bius setelah operasi kaki saya, saya menangis menyadari ada hal-hal yang kurang benar yang harus saya rubah di diri saya....
Di Malang, tatkala saya jalan kaki menyeberang sehabis memotokopi bahan kuliah di salah satu fotokopi di jejeran Jl MT Haryono dekat Universitas Brawijaya itu, saya pernah di tabrak oleh sepeda motor yang remnya blong. Waktu itu pengendaranya luka persis di alis kanannya. Saya luka-luka lecet di beberapa bagian tubuh, memar di pinggang, dan yang lebih aneh lagi, jahitan celana pendek saya dibagian "bawah" robek semua. Sempat diketawain cewek yang kebetulan menyaksikan dan juga ditawarkan celana gratis oleh penjual di salah satu toko yang jual pakaian di dekat situ. Saya tolak sajalah.. heheheh... Saya melepas jaket saya dan melilitkannya dipinggang dan berjalan kaki pulang. Sampai di kos saya menghempaskan fotokopian, kemudian terduduk di tempat tidur, bersandar, menutup mata sebentar and says, "Thanks God, buat peringatannya dan buat kepeduliannya untuk mengingatkan saya dan untuk semua ketidak-apa-apaan saya setelah kecelakaan ini...!"
Pernah juga hampir menabrak mobil penyiram taman. Waktu itu saya melaju di Jl Soekarno Hatta, Saya sadari saya sangat kencang waktu itu, mau menyalib mobil kijang di depan saya. Dan ternyata di depan ada truk tankil penyiram taman berhenti dan menyiram.. Saya langsung mengerem, pasang sign ke kiri dan untungnya mobil kijang yang mau saya salib sudah melambatkan kecepatannya. Mungkin menyadari kalo saya tidak menyadari di depan saya itu ada truk..! hehehe
Di Sumbawa, tatkal semua pada pulang Lebaran, kecuali saya yang memilih pulang saat Natalan, saya juga pernah kecelakaan. Saya memacu sepeda motor dan ternyata sedikit sehabis belokan di depan ada ceceran oli. Crikkkkkkkk crikkkkkkk.... Saya mengerem sekuat tenaga, membuat sepeda motor kaya nge-drift gtu, (sayang gak ada videonya)
Cuma ada satu yang entah kenapa saya pertanyakan, dari semua kecelakaan yang melibatkan orang lain lawan tabrakan saya, kenapa tidak ada yang salah satunya wanita cantik, baik hati, sopan, suka menabung, pintar memasak, umurnya dibawah saya, orang batak, rajin dll? kan bisa berlanjut kayak di tipi-tipi... Heheheh <---- skip this alinea plis...!
PS:
Baru berani posting karena khawatir kakak saya membacanya dan menceritakannya ke ibu saya. Ibu saya kan gampang menangis... Hehehehe