Terlalu sibuk membicarakan diri saya
Eh iya, kakak saya yang dari Banjarmasin juga ikut pulang kampung, tapi dia sampai belakangan.
Umur masih sekitar 3 tahun lebih sedikit,
"Tulang, nanti kalo pulang beli bajuku ya..!"
Dan hari itu kamipun memutuskan untuk berangkat menuju Palipi.
Saya, kakak saya yang dari Banjarmasin dan adek saya.
Perjalanan ke Palipi itu kami akan ditempuh dengan rute:
Tele - Pangururan, kurang lebih 1 jam juga... Mobil AKDP...
Pangururan - Palipi, Becak.. 45 menit...!
Perjalanan hingga ke simpang Tele itu berlangsung damai, saya tak mabuk..! Horeee horeee..! :P

Becak..! Kira-kira seperti inilah becak di sumatera utara...!
Dan sampailah kami di kedai Oppung Labbas...
Inilah Danau Toba dari Palipi...!
Kamipun bertemu dengan ponakan kami, ketiga-tiganya..

Eh iya, kakak saya yang dari Banjarmasin juga ikut pulang kampung, tapi dia sampai belakangan.
Dan setelah dia sampai, kami merencanakan untuk pergi ke Palipi, Samosir, untuk menjemput bere (ponakan) kami disana. Anak dari kakak saya yang nomor satu. Kami betul-betul kangen walaupun belum pernah berjumpa. Ponakan kami inilah yang sering membikin kami semakin gregetan untuk pulang kampung, gimana tidak, ngomong sepintar itu bikin gemes...
Umur masih sekitar 3 tahun lebih sedikit,
"Tulang, nanti kalo pulang beli bajuku ya..!"
"Tulang, nannti kalo pulang beli sepatuku ya.. yang merah jambu ya...!"
Dan masih banyak lagi...Dan hari itu kamipun memutuskan untuk berangkat menuju Palipi.
Saya, kakak saya yang dari Banjarmasin dan adek saya.
Perjalanan ke Palipi itu kami akan ditempuh dengan rute:
Lumban Matondang - Doloksanggul, 15 menit.. dengan mobil angkutan
Doloksanggul - Tele, kurang lebih 1 jam... Mobil AKDP...Tele - Pangururan, kurang lebih 1 jam juga... Mobil AKDP...
Pangururan - Palipi, Becak.. 45 menit...!
Perjalanan hingga ke simpang Tele itu berlangsung damai, saya tak mabuk..! Horeee horeee..! :P
Jika anda memperhatikan garis garis miring yang ada di bukit itu, itulah jalan yang kami lalui dari Simpang Tele - Pangururan...! Dan air itu adalah air Danau Toba..! Sebenarnya dekat tapi karena harus mengitari bukit, jadi ya sampainya lama...! Mabuk? Masih nggak.. hahahaha
Karena yang kami tumpangi adalah mobil penumpang umum dan bukan mobil pribadi, jadi kami tak sempat singgah di Dolok Panatapan (Bukit tempat memandang Danau Toba dari atas).
Dan setelah sampai di Pangururan, kami membeli oleh-oleh buat bere (ponakan) kami. Dan lanjut ke Palipi by becak...!
Becak..! Kira-kira seperti inilah becak di sumatera utara...!
Kakak dan adek saya di dalam becak, saya di bonceng di belakang Bang Becak...!
Padahal kan tadi pas beli oleh-oleh sudah nanya duluan,..
"Namboru (Bi), Ongkos becak dari sini ke Palipi berapa..?"
"Ohh, biasanya dari sini ke Palipi sekitar 10ribu per penumpang..!"
"Mau kemana bang..?" ramah nian Bang Becaknya...
"Palipi, berapa..?" jawabku...
"75 ribu..!"
"25 ribu ya..!" tawar saya...
"60 sudah...!"
"Tolu pulu ribu ma..!" tawar saya lagi dalam bahasa Batak... 30ribu..
"Bah.. beta ma beta...!" karena mendengar saya berbahasa Batak, langsung diiyakan, saya tersenyum, dia tersenyum dan kami tahu itu artinya tipuan kami sama-sama tak berhasil..! Hahahaha
Dan diperjalanan kamipun mengobrol,
Maragnya apa..
Ke Palipi mau ngapain...
Dimana turun.. di kedai Oppung Lambas...
Dan katanya..
"Saya kira Lae (sebutan), tadi orang Flores, ternyata orang Batak...!" hahahaha
Dalam hati aku tersenyum "makanya Lae memahalkan ongkos ya...!" dan tertawa..!
Dan entah karena wajah saya yang gak mirip Batak ini, lebih mirip Flores mungkin, Bang Becaknya melakukan trik biasa, memahalkan ongkos,
"Akh, dia mana tahu ongkos becak disini...!" pikir dia mungkin..Padahal kan tadi pas beli oleh-oleh sudah nanya duluan,..
"Namboru (Bi), Ongkos becak dari sini ke Palipi berapa..?"
"Ohh, biasanya dari sini ke Palipi sekitar 10ribu per penumpang..!"
"Mau kemana bang..?" ramah nian Bang Becaknya...
"Palipi, berapa..?" jawabku...
"75 ribu..!"
"25 ribu ya..!" tawar saya...
"60 sudah...!"
"Tolu pulu ribu ma..!" tawar saya lagi dalam bahasa Batak... 30ribu..
"Bah.. beta ma beta...!" karena mendengar saya berbahasa Batak, langsung diiyakan, saya tersenyum, dia tersenyum dan kami tahu itu artinya tipuan kami sama-sama tak berhasil..! Hahahaha
Dan diperjalanan kamipun mengobrol,
Maragnya apa..
Ke Palipi mau ngapain...
Dimana turun.. di kedai Oppung Lambas...
Dan katanya..
"Saya kira Lae (sebutan), tadi orang Flores, ternyata orang Batak...!" hahahaha
Dalam hati aku tersenyum "makanya Lae memahalkan ongkos ya...!" dan tertawa..!
Dan sampailah kami di kedai Oppung Labbas...
Sekedar melepas lelah, kakak dan adek saya beristirahat di kedai itu, aku berlari ke depan memoto Danau Toba.
Inilah Danau Toba dari Palipi...!
Dari kedai Oppung Lambas ke tempat kakak saya masih berjalan kaki sekitar 35 menit jalan santai, 10 menit kalo anda kuat berlalri dan mendaki, 1 menit kalo rumahnya sudah pindah di dekat kedai Oppung Lambas.. Dan apa daya, bawaan kami lumayan berat, akhirnya kamipun sampai setelah 45 menit jalan kaki.
Dan berhubung kami baru pertama kali ke situ dan kakak saya gak tau kami bakal datang ke situ, maka kami di antarkan oleh salah seorang masyarakat disitu ke rumah kakak kami. Dan ternyata beliau mengantarkan kami supaya di kasih uang rokok.. Funny...!
Kamipun bertemu dengan ponakan kami, ketiga-tiganya..
Besoknya kami berangkat dengan kakak kami, ketiga ponakan kami ke Matiti. Tentunya setelah berpamitan dengan Lae, suaminya dan mertuanya. Kakak saya bakal balik ke Palipi secepatnya, karena masih menyelesaikan pekerjaan di sawah. Menanam padi...