22 Desember tahun ke-3

26 December 2012
Ya, 22 Desember 2012 menjadi hari yang saya syukuri. Tidak saja karena setiap hari adalah hari yang selalu saya syukuri, atau karena hari sebelumnya tidak jadi kiamat, tapi juga karena tepat tanggal itu genap 3 tahun saya pacaran dengan si Ross. Dan LDR....

Saya kemudian jadi ingat doa saya sebelum punya pacar dulu. Seiman, wanita Batak, dan jarak jauh. Ya, mungkin terdengar aneh bagi sebagian orang kalau ternyata ada manusia macam saya yang khusus berdoa supaya dapat pacar yang pacarannya jarak jauh. Tapi itulah saya... 

Hampir setahun belakangan ini dia menghabiskan waktunya di Jerman menjadi Aupair. Dan saya menghabiskan waktu saya melanjutkan kuliah di Tangerang. Lucu kadang kalau kita menyadari makna "Kadang Tuhan memberikan sesuatu yang kita minta jauh lebih dari yang kita harapkan. Apa yang tak pernah dilihat mata, didengar telinga, atau bahkan belum pernah timbul dalam hati atau pikiran, kadang itu yang Tuhan beri..." Dan pacaran jarak jauh ini bagi saya senada dengan itu. Dulu waktu meminta pacaran jarak jauh, yang ada dalam pikiran saya paling jauh Medan (Siantar) - Irian Jaya (Papua). Mengingat dia sedang kuliah di Medan waktu itu dan dia orang Siantar, sedangkan saya orang Dolok Sanggul (Sumatera Utara juga) yang bercita-cita ingin sampai (penempatan) ke Irian Jaya. Paling maksimal beda waktu 2 jam, WIB - WIT. Namun seperti yang saya sadari tadi, yang tak pernah timbul di dalam hati.... Indonesia - Jerman, beda waktu 5 dan kadang 6 jam...

Dulu dia, si Ross, bertanya apakah dia boleh pergi ke Jerman. Sebelum menjawab pertanyaannya saya teringat bahwa sejak SMP dia sudah bercita-cita ingin ke Jerman, Ballack, dan seputar itu. Dan saya menyadari apa arti impian atau cita-cita bagi seorang manusia. Karena saya juga punya impian dan cita-cita. Dan tentu saja dengan senang hati saya menyetujuinya. Saya bahkan bangga membantunya mengurus visanya setelah dia lulus test A1 di Bandung. Tidak hanya itu, dengan sukacita dan berdebar-debar saya mendoakan kelulusannya, keberangkatannya dan segala sesuatu yang perlu saya doakan terkait hal itu...

Dan karena satu dan lain hal, tahun ini dia tidak pulang. Di satu sisi saya rindu sepenuhnya (aihh Mak), tapi di sisi lain saya juga yang mendorongnya untuk 2 tahun di sana. Di awal-awal tahun 2012, mungkin Februari, saya pernah menulis di secarik kertas hal-hal yang saya rindukan terjadi di tahun 2012 ini, salah satunya kepulangan si Ross. Secarik kertas ini masih ada di bagian belakang Alkitab saya. Tapi seperti yang tadi juga, kadang yang Tuhan berikan tak selalu yang kita pinta. Bisa saja berbeda. Dan yang berbeda itu bisa indah atau buruk tergantung keputusan kita. dan puji Tuhan, saya menganggap ketidakpulangannya kali ini adalah sesuatu yang indah. Bagi si Ross, keluarganya, bagi familynya disana, dan tentu saja ini semua rencana Tuhan bagi hidupnya. Dan segala sesuatu pasti indah ketika sepenuhnya kita berserah pada "apa yang Tuhan mau" instead of  "apa yang saya mau"...

Jadi, Ross...
Terimakasih untuk 3 tahun dan seterusnya, dan untuk hal-hal yang kamu pasti tahu...
Bandit love you... :-)


5 comments:

Pitshu said...

ciehhhh~ happy anniversary awet terusss yah :D

Petter Sandjaya said...

Uh, that deep and sweet... Awesome.

Quinie said...

aron, congrats for your anniversary.
semoga langgengselalu ya...
memang perkataan itu sebenernya doa ya...
jadi kapan nih undangan resminya?

jus manggis murah said...

moga tetep awet ya

distributor jelly gamat said...

ikut berbahagia deh